Kampanye Hemat Energi Sekolah
EnergiKita adalah ajakan buat seluruh warga sekolah — siswa, guru, dan staf — untuk lebih peduli dan bijak memakai listrik, mulai dari kebiasaan paling sederhana.
Pemborosan energi sering terjadi tanpa disadari — dan dampaknya lebih besar dari yang kita kira.
Lampu yang menyala di ruang kosong, AC yang terus hidup saat ruangan sudah sepi, charger yang tetap tertancap — hal-hal kecil seperti ini terlihat sepele, tapi kalau terjadi setiap hari di seluruh sekolah, jumlah energi yang terbuang jadi tidak sedikit.
Energi listrik yang kita pakai sebagian besar masih berasal dari sumber yang terbatas. Semakin boros kita memakainya, semakin besar juga tekanan terhadap lingkungan. Hemat energi berarti ikut menjaga bumi untuk jangka panjang.
Tiga hal ini yang jadi fokus kampanye EnergiKita di lingkungan sekolah.
Membuat warga sekolah lebih peka terhadap kebiasaan boros energi di sekitarnya.
Mendorong langkah hemat energi jadi kebiasaan sehari-hari, bukan cuma imbauan sesaat.
Setiap ajakan didukung data dari angket & observasi sekolah — bukan sekadar imbauan umum.
Kenapa kampanye ini dibuat, dan apa yang ingin dicapai.
Selama ini, banyak kebiasaan boros energi di lingkungan sekolah yang terjadi begitu saja tanpa disadari — lampu ruang kelas yang tetap menyala saat jam istirahat, kipas angin yang dibiarkan berputar di ruangan kosong, atau charger yang lupa dicabut. Satu per satu kebiasaan ini kelihatannya kecil, tapi kalau dibiarkan terus terjadi di seluruh sekolah, dampaknya jadi tidak kecil lagi.
EnergiKita lahir dari keinginan untuk mengubah kebiasaan itu, bukan lewat teguran atau aturan, tapi lewat ajakan yang membuat orang mau berubah karena paham alasannya. Kampanye ini adalah kelanjutan dari kegiatan lintas mata pelajaran (PABP, KIK, PP, MTK, Bahasa Indonesia, dan ESD) yang sudah dan sedang dijalankan, dengan hasil angket dan observasi sebagai dasar setiap ajakan yang dibuat.
Lewat website ini, kami ingin menumbuhkan kebiasaan hemat energi di lingkungan sekolah — dimulai dari kesadaran, didukung oleh data nyata, dan diakhiri dengan langkah aksi yang bisa langsung dilakukan oleh siapa saja: siswa, guru, maupun staf sekolah.
Website ini dikerjakan bertahap dalam tiga fase: